AJARAN KASIH DAN BUDAYA MASYARAKAT SEBAGAI MODAL WUJUDKAN MASYARAKAT HARMONIS DI BEDALI NGANCAR KEDIRI

Sebanyak 25 mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri mengunjungi Gereja Kristen Jawi Wetan Jemaat Bedali Ngancar Kediri pada Kamis (07/03/2024). Kunjungan ke GKJW ini bertujuan untuk mempelajari toleransi beragama dalam prespektif teologi GKJW.

 

Hadir dalam kegiatan ini Pdt. Lazharo Edoa Nazarani selaku pendeta di GKJW Jemaat Bedali, beserta perangkat pengelola Gereja, di antaranya Ibu Hartini Bagian Perbendaharaan Gereja, Bapak Riyono Bagian Pelayanan GKJW, Ibu Winartik Bagian Pembinaan Kesaksian, Ibu Martin Bagian Persekutuan Wanita, dan Bapak Edi selaku Bagian Pembinaan Teologi Gereja. Sedangkan dari Prodi Studi Agama-Agama hadir M Thoriqul Huda selaku Sekretaris Prodi Studi Agama Agama sekaligus Dosen pada mata kuliah Pluralisme dan Multikulturalisme.

 

Pdt. Lazharo Edoa Nazarani dalam paparannya menjelaskan bahwa umat GKJW diajarkan tentang ajaran kasih terhadap sesama umat manusia, oleh karena itu kehidupan beragama di Desa Bedali Ngancar Kediri yang masyarakatnya beragam agama ini terbangun dengan harmonis, rukun dan damai.

 

Lebih jauh Pdt. Edo menjelaskan bahwa budaya masyarakat juga turut menjadi modal dalam membangun hubungan yang harmonis antar umat beragama di Bedali, semisal saat hari Natal, maka umat saling berkunjung untuk silaturahmi, Tradisi Ogoh-ogoh yang dilaksanakan umat Hindu di Pura Satya Dharma Bedali juga melibatkan umat dari agama lain. Hal ini yang menurut Pdt. Edo turut berperan dalam membangun suasana toleran di Desa Bedali.

 

Sumber: Prodi SAA

Penulis: Maula Safira (SAA) (Kont)

Editor: Ropingi el-Ishaq